Category Archives: kelautan

Melihat Penangkaran Penyu Di Tanjung Bira

Pantai Tanjung BiraBira, barangkali merupakan sebuah kata yang masih terlalu asing bagi masyarakat umum, namun suatu hal yang sangat tidak asing bagi para traveler. Bira merupakan sebuah nama desa di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Nama bira melejit berkat keindahan alamnya yang sangat mempesona. Bira, atau lebih dikenal Tanjung Bira, merupakan gugusan pantai dengan pasir lautnya yang putih layaknya bedak bayi, benar-benar putih dan lembut. Dan saya sudah membuktikan sendiri. Read the rest of this entry

Iklan

Hitam Putih Timah Bangka

Ponton

Ponton milik masyarakat setempat

Deru suara mesin jet pesawat semakin pelan. Sebagai tanda bahwa tidak lama lagi pesawat yang saya tumpangi akan landing di tempat tujuan. Benar. Suara merdu seorang pramugari mengumumkan bahwa dalam waktu tidak lama lagi pesawat akan mendarat, tetap kenakan sabuk pengaman, dan tegakkan sandaran kursi. Namun saya masih saja tetap terpana menyaksikan pemandangan indah nan elok yang berada di daratan. Saya memang sengaja memilih kursi yang dekat dengan jendela karena sejak dari Jakarta saya telah niat untuk mengambil foto daratan dari udara. Pemandangan yang saya lihat di bawah benar-benar membuat kepala ini kagum akan kondisi daratan daerah ini. Kagum akan kerusakan lingkungan sebagai akibat kegiatan pertambangan yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun lamanya.

Ya, perjalanan kali ini membawa saya melangkah ke sebuah daerah yang baru pertama kali saya kunjungi dan benar-benar ingin saya kunjungi. Sebuah ibukota Provinsi yang pernah mengalami masa kejayaan produksi timah di Indonesia. Bangka.

Untuk menuju Pulau Bangka, cukup banyak alternatif sarana transportasi yang disediakan. Namun pada kesempatan kali ini saya menggunakan sarana pesawat udara dengan waktu tempuh lebih kurang 1 (satu) jam perjalanan. Sebuah perjalanan yang dapat dikatakan tergolong cukup singkat. Saking singkatnya, pramugari hanya memberikan kotak berisi satu buah roti yang rasanya lumayan enaklah. Padahal biasanya kalau perjalanan agak lama, si mbak pramugari memberi paket makan besar secara cuma-cuma (tergantung maskapai penerbangannya lho..!). Namun, walaupun hanya dikasih sepotong roti, rasa penasaranku terbayar sudah ketika saya dapat menyaksikan secara lansung kondisi daratan pulau Bangka dari udara.

pulau bangka dilihat dari udara

pulau bangka dilihat dari udara

Read the rest of this entry

Masihkah Ada Ekspor Pasir Laut ke Singapura?

Tongkang bermuatan pasir yang diduga pasir laut

Indonesia sebagai Negara kepulauan memang terkenal dengan kekayaan sumberdaya alamnya, baik sumberdaya alam hayati maupun non hayati. Tidak mengherankan apabila banyak investor dari Negara tetangga yang tertarik untuk menanamkan sahamnya di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan eksplorasi sumberdaya alam. Sebut saja Freeport atau Newmont yang merajai eksplorasi tambang emas di Indonesia, dan masih banyak lagi jenis tambang lainnya. Eksplorasi sumberdaya alam yang sedemikian banyaknya itu tentu saja harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat supaya segala pelaksanaan kegiatan eksplorasi ataupun eksploitasi dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sudah cukup banyak dijumpai kegiatan-kegiatan usaha yang berjalan tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.
Read the rest of this entry

LEBIH ENAK JADI NELAYAN HARTA KARUN MAS..!!

Entah merupakan sebuah kebetulan atau memang karena sengaja, ternyata nelayan di Indonesia bukan saja mencari ikan sebagai sasaran utamanya ketika melaut, namun juga ada sasaran lain yang menjadi hasratnya. Sasaran lain tersebut dapat berupa terumbu karang, rumput laut, pasir laut, atau bahkan besi-besi tua. Namun yang cukup membelalakkan mata ialah adanya perburuan harta karun di dasar laut yang dilakukan oleh nelayan-nelayan di Indonesia. Harta karun tersebut berasal dari kapal-kapal yang tenggelam dimana pada saat kapal tersebut belum tenggelam, mereka (kapal) membawa barang-barang dagangan atau barang-barang sebagai hadiah untuk raja-raja di Indonesia pada dahulu kala. Read the rest of this entry

Michael Hatcher is back….!

Coto, Benteng, Hingga Jalan Nusantara Kota Makasar

Kapal Tunas Wisesa 03

Di pagi yangsangat cerah itu, kiranya pukul 10.00 WITA, rombongan peserta Sail Banda yang berlayar  dari Jakarta menuju Ambon tiba di Kota Daeng alias Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.  Tim tiba di Makasar setelah sebelumnya sempat singgah selama 1 hari di Surabaya untuk mengangkut atlit-atlit olahraga layar dan selam beserta perlengkapannya. Perjalanan dengan menggunakan KM. Tunas Wisesa 03 milik Grup Artha Graha ini ditempuh sekitar  2 hari dengan kecepatan 11 knot. Perjalanan via laut ini terasa begitu berat karena kondisi ombak saat itu cukup tinggi, sekitar 3 meter. Walaupun kapal yang kami tumpangi dapat dikatakan berukuran raksasa, namun ternyata tidak mampu bertahan untuk tidak bergoyang. Alhasil, para penumpang yang ikut perjalanan ini pun pada tumbang alias muntah. Read the rest of this entry