TERTARIK MAKAN TELUR PENYU ?

20130417telur-penyu-dijual-d-pasarApakah anda suka mengonsumsi telur? Saya suka. Tetapi apakah anda sudah pernah mencoba makan telur penyu ?

Cerita bermula ketika saya memperoleh kesempatan mengunjungi salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat, Padang. Ini merupakan kali pertamanya saya menapakkan kaki di Kota Padang. Informasi yang sampai ke telinga saya, di Kota Padang banyak ditemukan penjual telur penyu di sepanjang jalan Muara Padang. Kata orang kawasan ini terkenal sekali. Menjelang senja, saya mencoba menelusuri sepanjang jalan tersebut. Terdapat beberapa kios yang jumlahnya mencapai puluhan dengan bentuk kios yang hampir seragam. Semuanya menyajikan telur penyu sebagai menu utamanya.

Laju kendaraan saya akhirnya berhenti pada salah satu kios yang dijaga oleh satu orang perempuan muda. Saat itu ada dua orang pengunjung yang sedang membeli telur penyu dan dimakan di tempat. Saya mampir dan berpura-pura membeli empat botol air mineral, dan tentu saja sambil nanya ngalor-ngidul kepada penjualnya. Di depan kios terdapat satu buah meja yang digunakan untuk menaruh barang dagangan. Di situ ada satu buah kaleng biscuit lengkap dengan tutupnya yang digunakan untuk menaruh satu kantong plastik berisi telur penyu. Saya tidak menghitung satu kantong plastik isinya berapa. Di dekat kaleng biskuit tadi, berjejer beberapa botol minuman yang kata orang bisa menambah stamina, contohnya M1*0, air mineral, teh botol, telur bebek dan lainnya. Ada juga rokok. Di dalam kios juga terdapat beberapa meja dan kursi untuk pengunjung. Melihat pola yang demikian ini, saya jadi ingat dengan kios jamu yang menjajakan telur (entah telur ayam atau bebek saya tidak tahu) di pinggir jalan. Biasanya pengunjung membeli telur setengah matang dicampur dengan madu atau campuran lainnya, sebagai obat kuat . Ya, mirip sekali.

20150825_180119ed

salah satu kios penjual telur penyu di Kota Padang

20150825_180205

telur penyu sebelum direbus

Si mbak pun menjelaskan kepada saya mengenai barang dagangannya. Benar bahwa yang dijual adalah telur penyu. Telur penyu tersebut sudah ada pemasoknya, katanya dari Sumatera Utara, ada juga yang dari Pesisir Selatan. Harga satu butir telur penyu siap saji dihargai Rp. 10.000. Info yang saya  peroleh, telur tersebut dibeli dari pemasok seharga Rp. 3000 per butir.  Wah, lumayan juga ya untungnya, setengahya lebih.

Si mbak tadi tampaknya sedang sibuk melayani permintaan pembeli yang minta direbuskan telur penyu. Telur penyu pun selesai direbus lalu disajikan. Telur ditaruh pada selembar tisu dengan sedikit taburan potongan daun pandan, kata yang jual supaya tidak amis. Bentuk telurnya lebih mirip bola pingpong, bulat, dan beberapa ada yang penyok. Menurut penuturan si penjual telur, yang membedakan telur penyu dengan telur ayam atau bebek ialah ketika telur tersebut direbus, kuning dan putih telurnya tidak dapat matang dengan sempurna. Masih setengah matang walaupun merebusnya cukup  lama.

20150825_180745ed

“Enggak bisa lebih matang lagi ya mbak?”, tanya si pembeli.

“Itu sudah maksimal pak”, timpalnya.

Mitos dan Fakta Seputar Telur Penyu

Sudah sejak lama telur penyu diyakini memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan manusia. Bagi sebagian masyarakat pesisir di Indonesia, telur penyu dipercaya berkhasiat meningkatkan kesuburan, vitalitas pria, dan gairah seksual. Telur penyu memiliki kandungan lemak dan kolesterol 20 kali lebih banyak dibandingkan telur ayam. Kolesterol dalam jumlah yang normal memang memiliki manfaat untuk meningkatkan hormone testoteron bagi lelaki yang dapat membuatnya menjadi lebih LAKI. Hormon ini juga dapat mempengaruhi gairah seksual dan kualitas sperma. Bagi wanita, kolesterol juga dapat membantu pembentukan hormone progesterone dan estrogen.

Akan tetapi, kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh manusia rupanya juga merupakan sumber penyakit. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berujung pada penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Bagi kehidupan seksual, tingginya kolesterol dapat mengakibatkan disfungsi ereksi pada pria, sedangkan pada wanita menyebabkan sulit terangsang dan orgasme karena darah sulit mencapai pinggul.

Mitos lain juga mengungkapkan bahwa telur penyu mengandung protein yang cukup tinggi. Namun lagi-lagi hal tersebut dibantah oleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa jumlah kandungan protein pada telur penyu tidak lebih banyak dari telur ayam. Jika dilihat dari kandungan gizinya, telur penyu ternyata memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dari telur ayam, telur bebek ataupun telur unggas lainnya. Telur penyu mengandung 144 kalori, 12 gr protein, 10 gr lemak, 84 mg kalsium, 193 mg fosfor, 1,3 gr besi, 600 si vitamin A, 0,11 mg vitamin B, dan kandungan air sebesar 76,6 gr.

Hasil penelitian lain yang cukup mencengangkan terdapat pada salah satu jurnal ilmiah Environmental Health Perspective tahun 2009 berjudul ‘Dangerous Delicacy’-Contaminated Sea Turtle Eggs Pose A Potential Health Threat’. Jurnal ilmiah tersebut melaporkan hasil penelitian kandungan zat kimia dari sampel telur penyu yang dijual di Peninsula Malaysia. Hasilnya, ditemukan kandungan senyawa yang tergolong Polutan Organik Persisten (POP) dan logam berat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia antara lain tembaga, kobalt, selenium, arsenic, cadmium, dan merkuri. Kanker, liver, kerusakan sistem syaraf, dan gangguan sistem hormon endokrin adalah daftar penyakit yang dapat ditimbulkan dari zat berbahaya itu. Kandungan polychlorinated biphenyl atau PCB dalam telur penyu juga relatif tinggi yakni 300 kali di atas batas aman harian yang ditetapkan oleh lembaga WHO. PCB merupakan senyawa yang dilarang oleh Kongres AS sejak 1979 setelah terkait dengan kasus cacat lahir dan berbagai jenis kanker (wwf.or.id).

Sebelumnya, pada tahun 2006 Wakil Presiden Dr. Alonso dari Conservation Medicinie at WildTrust sudah melarang masyarakat dunia untuk mengonsumsi daging dan telur penyu. Seiring dengan kerusakan air laut dan ekosistemnya, penilitian yang dilakukan oleh tim Dr. Alonso ini menemukan beberapa bakteri yang biasa ada di logam berat, beberapa parasit, serta senyawa logam berat seperti merkuri dan organoklorin.

Mengapa  Penyu Perlu Dilestarikan ?

Penyu terkenal sebagai satwa yang sangat rentan dalam siklus hidupnya. Tingkat regenerasi penyu cukup lambat dimana betina akan pertama kali bertelur pada saat sudah berumur sekitar 30 tahun dan selanjutnya akan bertelur setiap 2 sampai 8 tahun sekali, tergantung jenis penyunya. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia, sumber bising, dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.

Sekali bertelur, penyu mampu menghasilkan 60 – 130 butir telur. Dari jumlah yang cukup banyak tersebut, tidak semuanya dapat menetas dan berkembang menjadi tukik hingga menjadi penyu dewasa. Cukup banyak faktor eksternal yang turut mengambil peran sehingga hanya sedikit telur penyu yang selamat hingga menjadi tukik, diantaranya gangguan dari hama binatang, alam, dan manusia. Menurut penelitian para ahli bahwa dari 1.000 ekor tukik, hanya 1 ekor tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa. Luar biasa.

Penyu memiliki peranan yang cukup penting dalam menjaga ekosistem laut. Penyu memainkan peranan yang amat vital bagi ketersediaan ikan laut, misalnya saja Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea) yang memakan Ubur-ubur. Ubur-ubur adalah binatang laut yang memakan anak ikan. Ini merupakan mata rantai makanan. Bila tidak ada Penyu Belimbing kemungkinan besar populasi ubur-ubur akan semakin meningkat. Kelebihan populasi ubur-ubur akan membahayakan populasi anak ikan, maka ketersediaan ikan di laut akan semakin berkurang. Akhirnya ini akan memperkecil hasil tangkapan ikan nelayan. Terutama nelayan kecil yang tidak memiliki kapal untuk menangkap ikan di laut lepas. Selain itu Penyu juga memakan terumbu karang yang tidak sehat sehingga terumbu karang menjadi sehat kembali.

Contoh lain adalah penyu hijau. Penyu hijau adalah satu-satunya jenis penyu yang memakan lamun (seaweed) sebagai sumber makanannya saat dewasa (bersifat herbivora), sebab dalam saluran pencernaannya memiliki mikroorganisme yang mampu mencerna material tumbuhan. Berbeda dengan penyu hijau dewasa, saat masih kecil (tukik) penyu hijau bersifat omnivora yang mampu memakan plankton, ubur-ubur dan jenis invertebrata lainnya. Populasi lamun yang terlalu padat menyebabkan lingkungan yang sesuai bagi tumbuhnya bakteri patogen, Labyrinthula, yang diketahui sebagai penyebab wasting-disease pada lamun. Kerusakan pada ekosistem lamun akan memberikan dampak terhadap ketersediaan populasi ikan sebagai salah satu sumber protein yang dibutuhkan manusia. Penyu hijau memberikan keseimbangan ekosistem lamun sehingga populasi ikan dapat hidup.

Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa dalam 50 tahun terakhir kondisi populasi penyu menurun sangat signifikan. Hal ini tidak terlepas dari peran manusia sebagai faktor utama terciptanya kondisi tersebut. Di Bali, penyu-penyu banyak didatangkan atau dieksploitasi untuk dikonsumsi dagingnya. Tidak hanya di Bali, namun banyak terjadi di Indonesia.  Pada saat saya mengunjungi Pulau Pandan, salah satu pulau di gugusan kawasan konservasi Pulau Pieh Provinsi Sumatera Barat, terdapat seorang pria tua yang sudah lama menghuni pulau tersebut. Pria tua tersebut mempunyai tugas untuk mengumpulkan telur penyu dari lubang peneluran. Pulau Pandan memang merupakan salah satu lokasi peneluran penyu. Telur-telur yang telah dikumpulkan oleh pria tua tadi selanjutnya akan ada orang yang mengambil untuk dibawa ke Padang dan didistribusikan ke kios-kios penjual telur penyu. Selain dikonsumsi daging dan telurnya, pemanfaatan dalam bentuk lain adalah penggunaan karapas penyu sebagai bahan cinderamata. Kita dapat dengan mudah menemukan souvenir berbahan karapas penyu di beberapa daerah di Indonesia.

img-20150826-wa0035

mengobrol dengan satu-satunya penghuni Pulau Pandan (Sumatera Barat)

Berdasarkan hal tersebut pemerintah melindungi secara penuh semua jenis penyu yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki enam spesies penyu dari tujuh yang tercatat di dunia, yaitu penyu sisik, penyu belimbing, penyu lekang, penyu hijau, penyu pipih, dan penyu tempayan Penyu juga termasuk satwa yang masuk dalam daftar Appenidix I CITES.

 Jadi, apakah tertarik untuk makan telur penyu ?

Iklan

Posted on 6 Desember 2016, in konservasi, pelestarian, penyu, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: