Monthly Archives: Februari 2015

Pengawasan dalam rangka Perlindungan dan Pelestarian: Studi Kasus Situs Bawah Air Perairan Karang Heluputan Kepulauan Riau

10670059_10202799007965730_5120798790715564417_nNegara kepulauan Indonesia sudah sejak lama menjadi destinasi kapal-kapal mancanegara seperti Tiongkok, Jepang, Belanda, Portugis dan lainnya, baik untuk keperluan dagang maupun hanya untuk sekedar transit. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri mengingat posisi kepuluan Indonesia yang sangat strategis dan menjadi jalur perdagangan dunia. Sofian (2010) bahkan menyebut bahwa sejak masa prasejarah dan milenium pertama masehi, kepulauan Indonesia terutama wilayah pantai timur Sumatra merupakan jalur perdagangan laut yang menghubungkan Asia Barat dan Asia Timur. Posisi yang strategis ini menjadikan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi tempat persilangan budaya dan jalur perdagangan melalui laut sehingga sering disebut sebagai jalur sutra maritim. Kapal-kapal dagang dari Asia Barat, Asia Selatan dan Asia Timur harus melewati Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia jika ingin ke China maupun ke India serta Arab, sehingga wilayah laut menjadi ramai dengan aktivitas perdagangan dan pelayaran laut. Di sepanjang garis pantai timur dan barat Sumatera serta Semenanjung Malaysia banyak berdiri pelabuhan-pelabuhan tempat bersandarnya kapal dan melakukan aktivitas perdagangan. Read the rest of this entry

Iklan