Monthly Archives: Oktober 2014

Hitam Putih Timah Bangka

Ponton

Ponton milik masyarakat setempat

Deru suara mesin jet pesawat semakin pelan. Sebagai tanda bahwa tidak lama lagi pesawat yang saya tumpangi akan landing di tempat tujuan. Benar. Suara merdu seorang pramugari mengumumkan bahwa dalam waktu tidak lama lagi pesawat akan mendarat, tetap kenakan sabuk pengaman, dan tegakkan sandaran kursi. Namun saya masih saja tetap terpana menyaksikan pemandangan indah nan elok yang berada di daratan. Saya memang sengaja memilih kursi yang dekat dengan jendela karena sejak dari Jakarta saya telah niat untuk mengambil foto daratan dari udara. Pemandangan yang saya lihat di bawah benar-benar membuat kepala ini kagum akan kondisi daratan daerah ini. Kagum akan kerusakan lingkungan sebagai akibat kegiatan pertambangan yang telah dilaksanakan selama bertahun-tahun lamanya.

Ya, perjalanan kali ini membawa saya melangkah ke sebuah daerah yang baru pertama kali saya kunjungi dan benar-benar ingin saya kunjungi. Sebuah ibukota Provinsi yang pernah mengalami masa kejayaan produksi timah di Indonesia. Bangka.

Untuk menuju Pulau Bangka, cukup banyak alternatif sarana transportasi yang disediakan. Namun pada kesempatan kali ini saya menggunakan sarana pesawat udara dengan waktu tempuh lebih kurang 1 (satu) jam perjalanan. Sebuah perjalanan yang dapat dikatakan tergolong cukup singkat. Saking singkatnya, pramugari hanya memberikan kotak berisi satu buah roti yang rasanya lumayan enaklah. Padahal biasanya kalau perjalanan agak lama, si mbak pramugari memberi paket makan besar secara cuma-cuma (tergantung maskapai penerbangannya lho..!). Namun, walaupun hanya dikasih sepotong roti, rasa penasaranku terbayar sudah ketika saya dapat menyaksikan secara lansung kondisi daratan pulau Bangka dari udara.

pulau bangka dilihat dari udara

pulau bangka dilihat dari udara

Read the rest of this entry

Iklan