Category Archives: sejarah

Persengketaan Tanah Pada Masa Jawa Kuna

Setelah lama bergelut di dunia kelautan dan perikanan, khususnya Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT), saya menyadari bahwa dunia saya yang sebenarnya yaitu epigrafi atau tulisan kuno jarang saya sentuh. Entah tidak ada waktu atau memang malas untuk sekedar baca-baca naskah atau prasasti yang pernah saya tekuni. Untuk sekedar melepas rindu akan kejayaan kerajaan mataram kuna (Hindu), saya iseng buka-buka artikel-artikel yang pernah saya tulis ketika duduk di bangku kuliah dan mencoba nge-share melalui blog ini. Artikel kali ini berbicara tentang persengketaan tanah pada masa jawa kuna. Read the rest of this entry

LEBIH ENAK JADI NELAYAN HARTA KARUN MAS..!!

Entah merupakan sebuah kebetulan atau memang karena sengaja, ternyata nelayan di Indonesia bukan saja mencari ikan sebagai sasaran utamanya ketika melaut, namun juga ada sasaran lain yang menjadi hasratnya. Sasaran lain tersebut dapat berupa terumbu karang, rumput laut, pasir laut, atau bahkan besi-besi tua. Namun yang cukup membelalakkan mata ialah adanya perburuan harta karun di dasar laut yang dilakukan oleh nelayan-nelayan di Indonesia. Harta karun tersebut berasal dari kapal-kapal yang tenggelam dimana pada saat kapal tersebut belum tenggelam, mereka (kapal) membawa barang-barang dagangan atau barang-barang sebagai hadiah untuk raja-raja di Indonesia pada dahulu kala. Read the rest of this entry

Candi Plaosan, Masih Saja Eksotis..!!

Setelah sekian lama tidak menengok himpunan batu-batu berukir, atau istilah ilmiahnya candi, kucoba sejenak menyempatkan menengok salah satu candi di kawasan prambanan, Jawa Tengah. Awalnya memang tidak ada niat untuk berkunjung ke candi, apalagi sekarang jogja panasnya minta ampun (kata orang pintar ini akibat pemanasan global). Tapi karena waktu itu kebetulan saya mendapat undangan ke nikahan temen, yang kebetulan memang berada di kawasan Prambanan, yah, apa boleh buat, mencoba memutar kembali historia semasa jaman kuliah dulu dengan mampir sebentar di komplek percandian Plaosan. Tapi, waktu itu emang bener-bener panas cuacanya. Barangkali kalo telur ditaruh di atas batu candi, bisa matang itu telur. Hihiii…..

 

pintu masuk candi utama selatan

Read the rest of this entry

Michael Hatcher is back….!

Benda Cagar Budaya : Dahulu, Kini, dan Masa Depan

Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki beraneka macam tinggalan budaya materi atau lebih akrab disapa benda cagar budaya (BCB). Sebut saja masjid agung, benteng kolonial, gereja, candi, menhir, dan sebagainya yang tersebar di pelosok negeri. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari proses penghunian wilayah di Indonesia yang meliputi beberapa periode yang di dalam ilmu arkeologi dikenal sebagai masa prasejarah, hindu-budha, islam, dan kolonial. Masing-masing periode tersebut telah memberikan kepada bangsa Indonesia aneka bentuk budaya materi yang harus dilestarikan oleh semua pihak karena pada hakekatnya BCB adalah milik masyarakat. Read the rest of this entry

CERITA SUTASOMA

Raja Sri Mahaketu (seorang keturunan Kuru) di Hatina diancam oleh rombongan raksasa yang merusak dusun-dusun dan pertapaan-pertapaan. Menurut kepala Brahmin (munindra) hanya seorang putra keturunan raja sajalah yang dapat menghancurkan rombongan raksasa itu. Terdorong oleh pendapat itu, raja ingin mempunyai putra yang diharapkan itu. Raja melakukan yoga di hadapan Jina. Raja mendapatkan wahyu bahwa sang Bodhisatta sendiri yang akan menjadi putranya. Read the rest of this entry

Coto, Benteng, Hingga Jalan Nusantara Kota Makasar

Kapal Tunas Wisesa 03

Di pagi yangsangat cerah itu, kiranya pukul 10.00 WITA, rombongan peserta Sail Banda yang berlayar  dari Jakarta menuju Ambon tiba di Kota Daeng alias Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan.  Tim tiba di Makasar setelah sebelumnya sempat singgah selama 1 hari di Surabaya untuk mengangkut atlit-atlit olahraga layar dan selam beserta perlengkapannya. Perjalanan dengan menggunakan KM. Tunas Wisesa 03 milik Grup Artha Graha ini ditempuh sekitar  2 hari dengan kecepatan 11 knot. Perjalanan via laut ini terasa begitu berat karena kondisi ombak saat itu cukup tinggi, sekitar 3 meter. Walaupun kapal yang kami tumpangi dapat dikatakan berukuran raksasa, namun ternyata tidak mampu bertahan untuk tidak bergoyang. Alhasil, para penumpang yang ikut perjalanan ini pun pada tumbang alias muntah. Read the rest of this entry

Menengok Sisi Lain Wajah Pariwisata Kotagede

rumah joglo

rumah joglo

Tidak dapat dibantah lagi bahwa salah satu ikon pariwisata di Indonesia yang cukup menonjol ialah Kota Yogyakarta. Bukan hanya sebagai kota pariwisata, Yogyakarta juga berhasil menyabet predikat sebagai kota budaya, pendidikan, sepeda, dan masih banyak lagi. Gelar kota pariwisata dapat diraih

karena memang kota ini mampu menyuguhkan kepada wisatawan beraneka macam Objek dan Daya Tarik Wisata.

Read the rest of this entry

Tokoh-Tokoh Besar Indonesia – Ronggowarsito

Seperti layaknya Hayam Wuruk, nama Ronggowarsito adalah tokoh klasik terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Berg sampai mengatakan bahwa dialah (Ronggowarsito) sang pujangga penutup. Karya yang dihasilkan sekitar 68 buah, meliputi berbagai bidang yaitu filsafat, babad, jangka, primbon, sejarah, silsilah, pendidikan, ilmu pengetahuan alam, pedalangan, dan perkamusan. Hasil karya Ronggowarsito yang berisi tentang pemerintahan dan kemimpinan diantara terdapat pada Pustakaraja Madya yang meliputi: serat Darmasarana, Serat Yudayana, Serat Gendrayana, Serat Budhayana, Serat Sariwahana, Serat Ajidama, Serat Mayangkara, Serat Purusangkara, Serat Anglingdarma, Serat Ajipamasa, dan Serat Witaradya. Read the rest of this entry

Tokoh Besar Indonesia – Hayam WurukTokoh

Tokoh Hayam Wuruk mungkin dapat dikatakan sebagai seorang pemimpin/raja dengan “paket super lengkap”, sepanjang sejarah perjalanan bangsa (masa kerajaan Hindu-Budha). Sepak terjang Hayam Wuruk dapat diketahui karena terdokumentasikan oleh “wartawan” kerajaan yang bernama Prapanca, yang dipaparkannya secara mendetail. Nampaknya puncak kebesaran kerajaan di Indonesia diperoleh oleh Majapahit dengan hayam Wuruk sebagai rajanya dan Gadjah Mada sebagai mahapatihnya. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.